Belajar Atasi Rasa Takut
ekspresi ketakutanSiapa sih yang tidak pernah merasa takut atau ketakutan? Semua orang pasti mengalaminya, karena ketakutan adalah perasaan yang tidak bisa dihindari. Rasa ini selalu menyusup dalam pikiran setiap orang terhadap sesuatu yang akan dilakukan. Bahkan, rasa takut ini bisa dijadikan “warning”. Setidaknya, sebagai introspeksi diri atau persiapan diri sebelum melakukan tindakan.
Cuma, bila porsinya melampaui batas, ada kalanya ketakutan itu bisa menjadi momok yang justru lebih menakutkan, kalo tidak dikatakan membahayakan. Mengapa ?
Karena ketakutan yang berlebihan bisa membelenggu, memandulkan kreatifitas, sehingga membuat kita tidak berani melakukan sesuatu yang baru demi perubahan. Padahal, tanpa suatu langkah, tanpa suatu tindakan, jangan berharap perubahan itu akan terjadi.
Sekedar contoh, lihatlah di jalan raya. Berbagai kendaraan lalu lalang dengan aneka jenisnya; dari mulai sepeda motor, angkutan umum yang dikonotasikan ugal-ugalan, mobil-mobil mewah yang harganya ratusan juta hingga miliaran. Padahal kita tahu bahwa resiko di jalan raya terbilang tinggi, dari mulai bersenggolan antar kendaraan hingga kecelakaan lalu lintas yang beresiko maut. Diperkirakan ada saja kecelakaan lalu lintas perharinya.
Walaupun begitu, tidak pernah menciutkan para pengendara. Jumlah kendaraan terus saja bertambah, seperti halnya sepeda motor di Jakarta, yang diperkirakan angkanya lebih dari 3 juta unit, bahkan angka penjualan bisa lebih dari 1000 unit perharinya. Yang pasti akan menambah jumlah populasi kendaraan di jalan raya setiap harinya dan menimbulkan kemacetan di mana-mana.
Bisa dibayangkan jika para pengendara itu takut, maka jalan raya dijamin akan sepi, tidak akan ada kendaraan yang melintas. Tapi ketakutan mereka itu dikikis atau diimbangi dengan sikap dan tindakan kehati-hatian yang membuat mereka berhati-hati mengemudikan kendaraan sampai tempat tujuan masing-masing.
Begitu pun halnya dengan menjadi orang kaya. Sekalipun merupakan hak setiap orang, namun kenyataannya hanya segelintir orang yang mau merebut haknya sebagai orang kaya. Lainnya? Boleh dibilang mereka lebih banyak dihantui oleh ketakutan, misalnya takut miskin, takut gagal, takut menolak takdir (“saya sudah ditakdirkan miskin, jadi ya pasrah saja”), takut dicemooh orang, takut dihina orang, takut modal habis, dan sebagainya, bahkan ada juga yang takut menjadi kaya. Hasilnya, ketimbang resiko yang ditimbulkan (padahal hanya sementara), mereka akhirnya lebih baik bertahan dan berada di zona kenyamanan. Jadi, ya tidak ada perubahan sama sekali dalam kehidupannya.
Ketakutan itu sendiri, seperti dalam penelitian di University of Michigan, menyimpulkan empat hal: Pertama, 60 persen dari rasa takut sesungguhnya tidak beralasan, dan semuanya tidak pernah terjadi. Kedua, 20 persen dari rasa takut hanya terfokus pada masa lalu, yang sama sekali berada di luar kendali. Ketiga, 10 persen dari rasa takut hanya berdasar pada hal-hal kecil, sehingga tidak membuat perbedaan apapun di dalam kehidupan. Dan keempat, 10 persen sisanya, hanya 4-5 persen yang dianggap bisa dibenarkan.
Meski tidak beralasan, tapi rasa takut itu menjadi batu kerikil perintang kesuksesan. Ia tak ubahnya “monster” yang selalu membayangi setiap tindakan untuk mewujudkan sesuatu yang diinginkan. Akhirnya, seperti yang dikatakan oleh John C. Maxwell, menjadi sebuah lingkaran setan yang menggerogoti kehidupan.
Salah satunya, mari kita belajar dari Sang Ratu Talkshow Dunia, Oprah Winfrey. Sekalipun masa lalunya gelap, pernah diperkosa hingga hamil, tak membuatnya takut dengan masa depannya. Ia berani menjemput, berani membayar harga kesuksesannya, sehingga sekarang ia menjadi wanita entertainment terkaya versi majalah Forbes. Begitupun Sang Bintang Ramboo, Sylvester Stallone, yang akhirnya sekarang bisa menjadi salah satu aktor terkaya, setelah dia berani bangkit keluar dari kemiskinan yang membelenggu kehidupan keluarganya.
Dalam sejarah Islam, kita juga mengenal Nabi Muhammad yang menjadi tokoh panutan nomor satu versi 100 Tokoh terkemuka di dunia dalam bukunya Michael J. Hart. Beliau adalah tokoh yang “ummiy” atau tidak punya kemampuan tulis dan baca bahkan bukan tergolong keluarga berada. Walaupun sempat dan terkadang didera rasa takut sebagai manusia biasa, tetapi dengan keyakinan yang kuat disertai keberanian untuk membayar harganya, berani melewati rintangan, cemoohan, hinaan, bahkan nyaris dibunuh oleh lawan-lawannya, beliau mampu melewati semuanya dengan kemenangan dan kesuksesan yang gemilang, hingga sekarang Islam bisa berjaya di seluruh belahan dunia. Dan masih banyak tokoh-tokoh dunia yang bisa pelajari jejak kehidupannya, dimana mereka mencapai kesuksesan yang dinikmati banyak orang setelah mereka berhasil mengendalikan rasa takut mereka dan menjadikannya sebagai modal kekuatan menuju sukses.
Akhirnya, dari sini kita bisa belajar bagaimana cara mengatasi ketakutan dalam hidup. Orang-orang sukses juga pernah mengalami rasa ketakutan itu, namun mereka mengajarkan dan memperlihatkan kepada kita bahwa dengan keyakinan yang mendalam bahwa segala sesuatu itu bisa terwujud, bisa menjadi kenyataan, maka ketakutan itu pun bisa berubah menjadi kekuatan.
Keyakinan dalam konsep agama didefinisikan sebagai iman. Dengan iman inilah kita bisa menjalankan segala perintah Allah, melalui segala tantangan kehidupan, demi mencapai surga-Nya dan demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagai sesuatu yang didambakan setiap orang dalam kehidupan mendatang. Jika diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka keimanan yang dipadukan dengan keyakinan mendalam bahwa segala sesuatu pasti terwujud beserta keberanian mengambil sikap dan tindakan, maka apapun keinginan kita termasuk untuk meraih kekayaan, pasti akan terwujud. Ingat saja rumus ini :
Kekayaan = kepercayaan/keyakinan + iman + keberanian
Note: Arti kekayaan disini tidak sekedar kaya dalam hal materi. Jadi jangan takut kaya ya…
Rabu, 28 Juli 2010
Sukses Mencapai Impian, Sukses Gapai Tujuan
Sukses Mencapai Impian, Sukses Gapai Tujuan
kekuatan-terbesar-manusia-suksesSukses itu Butuh Proses
Suatu ketika, ada
seorang murid Zen yang bertanya kepada gurunya, “Guru, saya sudah bertekad untuk mempelajari dan menguasai semua ilmu dari anda dengan serius, berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menguasainya dengan baik?”
Sang guru berpikir sebentar dan menjawab “Sepuluh tahun…” Karena merasa sepuluh tahun terlalu lama, sang murid bertanya lagi, “Seandainya saya berlatih lebih keras lagi dengan duabelas jam sehari bahkan lebih, kira kira berapa lama waktu yang saya butuhkan?” Sang guru kembali berpikir sejenak, kemudian menjawab: “Duapuluh tahun…”
Kecenderungan Mencari Jalan pintas
Di zaman sekarang yang serba instant, kebanyakan orang cenderung untuk mencari jalan pintas dalam mencapai tujuannya, untuk itu mereka bersedia melakukan apa saja, bahkan ada yang sampai menggunakan cara yang berbau mistik atau klenik, sehingga akhirnya waktu dan tenaganya lebih banyak dihabiskan untuk mencari jalan pintas yang sebenarnya memang tidak pernah ada, waktu dan tenaga yang sangat berharga dan lebih bermanfaat kalau digunakan untuk mengerjakan hal-hal positif yang bisa lebih mendekatkan dirinya ke arah sukses.
Hukum Efek Terbalik (The Law Of Reverse Effect)
Dalam hypnosis, ada salah satu hukum sugesti yang berbunyi: “Semakin keras seseorang berusaha dalam melakukan sesuatu secara sadar, maka akan semakin susah untuk dilakukan”, karena cara otak merespons memang seperti itu, biasanya semakin kita ngotot dalam melakukan sesuatu, maka akan semakin susah untuk dilakukan. Hukum efek terbalik ini sering sekali digunakan dalam induksi, misalnya “semakin keras anda berusaha untuk melepaskan tangan anda, maka kedua tangan anda akan terkunci semakin kuat!”, dan hasilnya kedua tangan suyet (orang yang dihipnotis) akan menempel dan tidak bisa dipisahkan…
Hal ini menjelaskan kenapa justru ketika si murid berlatih lebih 12 jam sehari atau lebih (berarti ngotot), malah waktu yang dibutuhkan untuk berhasil menjadi 2 kali lebih lama.
Action Plan
Berikut ada langkah atau proses yang bisa anda terapkan dalam mencapai goal anda:
1. Sadar bahwa tidak ada jalan pintas yang instant karena sukses itu membutuhkan proses.
2. Tentukan apa yang anda mau (orientasi goal) bukan apa yang tidak anda mau (orientasi masalah).
3. Pastikan bahwa goal tersebut sesuai dan sinkron dengan nilai-nilai serta keyakinan anda.
4. Tentukan batas waktunya kapan harus tercapai (deadline).
5. Miliki keyakinan bahwa anda pasti bisa dan pasti berhasil mencapai tujuan anda.
6. Tidak ngotot, karena dengan ngotot anda akan mengurangi kreatifitas & fleksibilitas anda, ngotot akan membuat semuanya menjadi lebih sulit karena begitu anda mulai ngotot, hukum efek terbalik mulai bekerja.
7. Lakukan perencanaan strategis, langkah apa saja yang harus anda lakukan? Apa saja yang tidak boleh anda lakukan? Sumber daya dan keterampilan apa yang dibutuhkann untuk itu? Kebiasaan baru apa yang harus anda munculkan? Kepada siapa anda bisa bertanya dan meminta bimbingan? Dan bagaimana anda tahu kalau anda sudah berhasil?
8. Imajinasikan seolah olah anda sudah mencapai sasaran anda, apa yang anda lihat? Apa yang anda dengarkan? Dan apa yang anda rasakan? Anda juga bisa menggunakan alat bantu dalam visualisasi, untuk itu ada clip visualisasi bagus yang bisa anda download di sini.
9. Nikmati proses selama anda mengerjakan hal hal yang perlu dilakukan, seperti pepatah yang berbunyi “Sukses itu bukanlah stasiun pemberhentian terakhir, melainkan sukses adalah sebuah perjalanan”. Jadi nikmatilah perjalanan tersebut, semakin anda menikmatinya, anda akan semakin termotivasi dan hasilnya akan semakin cepat dan semakin bagus.
10. Anda juga bisa mempercepat proses diatas dengan metoda Self-Hypnosis S.H.I.N.E untuk menanamkan goal langsung ke bawah sadar anda dengan cepat.
Bagaimana dengan Anda ? Langkah apa yang Anda lakukan untuk mencapai keinginan Anda, kesuksesan Anda?
kekuatan-terbesar-manusia-suksesSukses itu Butuh Proses
Suatu ketika, ada
seorang murid Zen yang bertanya kepada gurunya, “Guru, saya sudah bertekad untuk mempelajari dan menguasai semua ilmu dari anda dengan serius, berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menguasainya dengan baik?”
Sang guru berpikir sebentar dan menjawab “Sepuluh tahun…” Karena merasa sepuluh tahun terlalu lama, sang murid bertanya lagi, “Seandainya saya berlatih lebih keras lagi dengan duabelas jam sehari bahkan lebih, kira kira berapa lama waktu yang saya butuhkan?” Sang guru kembali berpikir sejenak, kemudian menjawab: “Duapuluh tahun…”
Kecenderungan Mencari Jalan pintas
Di zaman sekarang yang serba instant, kebanyakan orang cenderung untuk mencari jalan pintas dalam mencapai tujuannya, untuk itu mereka bersedia melakukan apa saja, bahkan ada yang sampai menggunakan cara yang berbau mistik atau klenik, sehingga akhirnya waktu dan tenaganya lebih banyak dihabiskan untuk mencari jalan pintas yang sebenarnya memang tidak pernah ada, waktu dan tenaga yang sangat berharga dan lebih bermanfaat kalau digunakan untuk mengerjakan hal-hal positif yang bisa lebih mendekatkan dirinya ke arah sukses.
Hukum Efek Terbalik (The Law Of Reverse Effect)
Dalam hypnosis, ada salah satu hukum sugesti yang berbunyi: “Semakin keras seseorang berusaha dalam melakukan sesuatu secara sadar, maka akan semakin susah untuk dilakukan”, karena cara otak merespons memang seperti itu, biasanya semakin kita ngotot dalam melakukan sesuatu, maka akan semakin susah untuk dilakukan. Hukum efek terbalik ini sering sekali digunakan dalam induksi, misalnya “semakin keras anda berusaha untuk melepaskan tangan anda, maka kedua tangan anda akan terkunci semakin kuat!”, dan hasilnya kedua tangan suyet (orang yang dihipnotis) akan menempel dan tidak bisa dipisahkan…
Hal ini menjelaskan kenapa justru ketika si murid berlatih lebih 12 jam sehari atau lebih (berarti ngotot), malah waktu yang dibutuhkan untuk berhasil menjadi 2 kali lebih lama.
Action Plan
Berikut ada langkah atau proses yang bisa anda terapkan dalam mencapai goal anda:
1. Sadar bahwa tidak ada jalan pintas yang instant karena sukses itu membutuhkan proses.
2. Tentukan apa yang anda mau (orientasi goal) bukan apa yang tidak anda mau (orientasi masalah).
3. Pastikan bahwa goal tersebut sesuai dan sinkron dengan nilai-nilai serta keyakinan anda.
4. Tentukan batas waktunya kapan harus tercapai (deadline).
5. Miliki keyakinan bahwa anda pasti bisa dan pasti berhasil mencapai tujuan anda.
6. Tidak ngotot, karena dengan ngotot anda akan mengurangi kreatifitas & fleksibilitas anda, ngotot akan membuat semuanya menjadi lebih sulit karena begitu anda mulai ngotot, hukum efek terbalik mulai bekerja.
7. Lakukan perencanaan strategis, langkah apa saja yang harus anda lakukan? Apa saja yang tidak boleh anda lakukan? Sumber daya dan keterampilan apa yang dibutuhkann untuk itu? Kebiasaan baru apa yang harus anda munculkan? Kepada siapa anda bisa bertanya dan meminta bimbingan? Dan bagaimana anda tahu kalau anda sudah berhasil?
8. Imajinasikan seolah olah anda sudah mencapai sasaran anda, apa yang anda lihat? Apa yang anda dengarkan? Dan apa yang anda rasakan? Anda juga bisa menggunakan alat bantu dalam visualisasi, untuk itu ada clip visualisasi bagus yang bisa anda download di sini.
9. Nikmati proses selama anda mengerjakan hal hal yang perlu dilakukan, seperti pepatah yang berbunyi “Sukses itu bukanlah stasiun pemberhentian terakhir, melainkan sukses adalah sebuah perjalanan”. Jadi nikmatilah perjalanan tersebut, semakin anda menikmatinya, anda akan semakin termotivasi dan hasilnya akan semakin cepat dan semakin bagus.
10. Anda juga bisa mempercepat proses diatas dengan metoda Self-Hypnosis S.H.I.N.E untuk menanamkan goal langsung ke bawah sadar anda dengan cepat.
Bagaimana dengan Anda ? Langkah apa yang Anda lakukan untuk mencapai keinginan Anda, kesuksesan Anda?
3 Cara Ampuh Menuju Sukses
3 Cara Ampuh Menuju Sukses
Topik ini sebenarnya sudah terlintas di kepala sejak lima hari yang lalu waktu dengerin radio Dakta sepanjang perjalanan pulang kantor, dan ingin segera saya posting di sini, sekedar untuk disharingkan dengan teman-teman pengunjung setia namun saat itu masih terlalu disibukkan oleh hal lain. Akhirnya kesempatan itu datang…
Saat itu dibacakan sebuah hikmah yang jelas patut untuk direnungkan. Hikmah itu sendiri disarikan dari kitab suci Al-Quran, tentang bagaimana sebenarnya manusia itu bisa mencapai kesuksesan hidup di dunia hingga di akhirat, disamping selalu rajin membaca doa sapu jagat, ada lagi cara ampuh yang pasti bisa dilakukan oleh manusia sebagai makhluk yang selalu dinamis.
Setidaknya ada 3 (tiga) cara ampuh yang bisa dilakukan :
Yang pertama, kita perlu punya iman. Mungkin banyak orang yang sepele dengan hal ini, karena setiap manusia yang beragama mungkin juga beriman. Muslim misalnya, seseorang dikatakan muslim setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, demikian pula agama lain. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya syahadat itu tidak hanya untuk diucapkan, tetapi mengandung makna “mengimani” atau “meyakini”. Disini maksudnya iman itu.
Seorang muslim jika ingin dikatakan sudah beriman, maka parameternya adalah sudah sejauh mana dia meyakini inti dari syahadatnya, inti dari apa yang harus diimaninya. Jika dia yakin 100% dengan ke-Islam-annya dan keimanannya, maka akan dengan mudah menjalankan ritual ibadah dan segala anjuran agamanya, tanpa terasa dipaksa, karena dia yakin pada apa yang diimaninya.
Begitu pula dalam hal pekerjaan atau usaha atau bisnis, yakinkah kita dengan apa yang sedang dijalani? untuk apa kita bekerja? untuk apa kita berusaha? untuk apa kita berbisnis? Keyakinan yang ditanamkan akan membuahkan kesadaran tinggi untuk melakukan segala hal yang bisa membuat bisnis, pekerjaan, atau usahanya agar berhasil atau mencapai sukses.
Iman sama dengan motivasi, motivasi untuk bertindak dan berbuat. Jika seseorang beriman atau meyakini dengan sebenar-benarnya, maka segala impian dan harapan yang sudah diyakini dapat terwujud akan sekuat tenaga dikejar dan dicapai. Sehingga sudah pasti keberhasilan atau kesuksesan akan diraih, baik di dunia maupun di akhirat, bergantung dari apa yang diyakininya.
Yang kedua, untuk berhasil kita perlu hijrah. Hijrah berarti pindah, atau berubah. Ingat kisah Nabi Muhammad SAW yang tidak berhasil mengembangkan dakwah Islam di Mekkah pada awalnya, kemudian dititahkan untuk hijrah ke kota lain seperti Thaif, Habasyah, Yaman, lalu Madinah. Akhirnya beliau sukses mengembangkan Islam di Madinah. Semuanya berawal dari perintah hijrah.
Ternyata Nabi sangat manusiawi, yang tidak hanya berharap kehidupan dan langkah dakwahnya berubah berhasil cukup dengan berdoa saja, cukup sekedar yakin saja. Hijrah adalah bagian dari strategi kesuksesan. Mungkin di satu tempat kita tidak bisa berkembang, kita hanya mengalami stagnansi atau diam di tempat, gaji yang tidak naik-naik, tidak ada perkembangan karir, usaha yang selalu bangkrut atau merugi terus. Jika terjadi hal demikian, maka yang harus dilakukan ya…hijrah atau berubah atau pindah mencari cara lain. Hijrah juga berarti mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu, dari cara pandang negatif menjadi positif.
Terkadang kita sudah terlanjur terperosok pada kondisi nyaman, atau masuk ke zona nyaman (comfort zone), yaitu suatu kondisi dimana kita sama sekali sudah betah dan tidak berniat melakukan perubahan pada diri sendiri. Tidak punya harapan atau keinginan yang lebih tinggi lagi, sehingga mati berinovasi atau istilah kerennya…mati gaya. Padahal manusia sendiri adalah makhluk dinamis yang masih memungkinkan untuk berubah dan mencapai kesuksesan yang lebih besar dibanding sebelumnya. Hasrat untuk meraih kesuksesan akhirnya harus terpendam karena tidak punya hasrat untuk mencoba keluar dari zona nyaman untuk mencoba cara-cara lain yang mungkin bisa meningkatkan kemampuan diri sehingga untuk mencapai kesuksesan pun lebih mudah.
Seperti halnya Rasulullah yang mencoba cara lain agar Islam ini bukan hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara mendunia. Bukankah cara beliau ini merupakan trik jitu untuk bisa diterapkan di dalam kehidupan kita? Bahwa untuk mencapai sukses pasti ada jalanan berliku, sehingga kita perlu mencoba cara baru agar bisa melalui jalan berliku itu, baik berupa mengubah cara pandang maupun strategi perjalanan. Cara baru itulah yang disebut sebagai hijrah.
Yang ketiga, kita perlu jihad. Banyak orang yang merasa alergi dengan ungkapan jihad ini, bahkan beberapa negara yang berbasis liberalis berupaya menghapuskan kata-kata jihad dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam berbagai pelajaran sekolah, karena kata jihad dianggap memiliki konotasi yang destruktif (mereka yang trauma dengan penyerangan berbau terorisme, yang dikatakan berasal dari negara Muslim). Banyak orang yang berpikir, apakah jihad itu berarti kita perang?
Pertanyaan ini memang kerap dilontarkan oleh sejumlah orang, orang-orang yang belum memahami pengertian jihad secara harfiah atau maknawi. Pikiran mereka terlanjur terpola dengan gerakan-gerakan separatisme yang konon dikatakan jihad, yang nanti ujungnya adalah terjadinya peperangan atau adu tembak dan atau bom bunuh diri. Terlalu naif sekali paradigma ini.
Padahal jihad itu sendiri bermakna berjuang atau perjuangan, sedangkan orang yang berjuang disebut mujahid. Nah, lalu apa korelasinya dengan pembicaraan kita kali ini?
Balik lagi ke kisah perjuangan Nabi Muhammad, dulu untuk mempertahankan kejayaan Islam dari ancaman orang-orang kafir adalah dengan memerangi orang kafir. Namun tahukah Anda, apa yang dikatakan Nabi usai perang Badar (perang paling dahsyat pada zaman Nabi ketika umat Islam yang berjumlah 300 orang menang melawan kafir 1000 orang) ketika ditanya sahabat, “Inikah jihad akbar (besar)?” Nabi berkata bahwa ada jihad yang lebih besar lagi yaitu jihad melawan hawa nafsu.
Disini jihad diartikan dengan perjuangan melawan hawa nafsu. Hawa nafsu adalah sama dengan ego, ego yang biasanya selalu mencari zona nyaman untuk disinggahi dan bercokol disana. Ketika ego singgah di zona nyaman, atau hawa nafsu mulai hinggap tanpa bisa dikendalikan, saat itulah kekuatan jihad atau kekuatan untuk bangkit berjuang mulai terkikis dan akhirnya lenyap.
Jihad disini diartikan sebagai perjuangan atas tindakan atau action yang sudah dilakukan ketika kita memutuskan berhijrah. Ketika kita sudah meyakini sesuatu yang bisa membawa kita menuju sukses, kita sudah menemukan impian yang bisa memotivasi kehidupan kita, kemudian kita siap berhijrah atau berkesimpulan bahwa untuk meraih impian yang kita yakini itu hanya dengan berhijrah atau pindah dengan cara baru, maka langkah terakhir adalah action atau bertindak. Namun tindakan ini pun belum cukup, karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi, baik itu godaan dari lingkungan sekitar, keluarga, bahkan dari diri sendiri seperti munculnya rasa malas, maupun berjuta alasan yang masih dicari-cari. Untuk melakukan tindakan itu sendiri dibutuhkan kekuatan jihad atau kekuatan perjuangan. Hal ini yang perlu ditumbuhkembangkan setelah kita mengambil suatu keputusan untuk berubah menuju sukses.
Kesimpulannya, untuk meraih kesuksesan dalam hidup diperlukan keimanan atau keyakinan atas impian yang ingin kita capai dan usaha yang kita lakukan, setelah itu tentukan keputusan apakah jalan yang sedang kita lalui dapat membawa kita pada kesuksesan atau dibutuhkan perubahan (karena kalo mau sukses tetap harus berubah, berubah mindset atau cara pandang), langkah berikutnya adalah segera ambil tindakan dan perjuangkan impian hingga segala keinginannya sukses tercapai.
Nah, bagaimana dengan Anda? jika ada yang punya cara lain menuju sukses, mari berbagi disini.
Salam sukses selalu…
Topik ini sebenarnya sudah terlintas di kepala sejak lima hari yang lalu waktu dengerin radio Dakta sepanjang perjalanan pulang kantor, dan ingin segera saya posting di sini, sekedar untuk disharingkan dengan teman-teman pengunjung setia namun saat itu masih terlalu disibukkan oleh hal lain. Akhirnya kesempatan itu datang…
Saat itu dibacakan sebuah hikmah yang jelas patut untuk direnungkan. Hikmah itu sendiri disarikan dari kitab suci Al-Quran, tentang bagaimana sebenarnya manusia itu bisa mencapai kesuksesan hidup di dunia hingga di akhirat, disamping selalu rajin membaca doa sapu jagat, ada lagi cara ampuh yang pasti bisa dilakukan oleh manusia sebagai makhluk yang selalu dinamis.
Setidaknya ada 3 (tiga) cara ampuh yang bisa dilakukan :
Yang pertama, kita perlu punya iman. Mungkin banyak orang yang sepele dengan hal ini, karena setiap manusia yang beragama mungkin juga beriman. Muslim misalnya, seseorang dikatakan muslim setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, demikian pula agama lain. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya syahadat itu tidak hanya untuk diucapkan, tetapi mengandung makna “mengimani” atau “meyakini”. Disini maksudnya iman itu.
Seorang muslim jika ingin dikatakan sudah beriman, maka parameternya adalah sudah sejauh mana dia meyakini inti dari syahadatnya, inti dari apa yang harus diimaninya. Jika dia yakin 100% dengan ke-Islam-annya dan keimanannya, maka akan dengan mudah menjalankan ritual ibadah dan segala anjuran agamanya, tanpa terasa dipaksa, karena dia yakin pada apa yang diimaninya.
Begitu pula dalam hal pekerjaan atau usaha atau bisnis, yakinkah kita dengan apa yang sedang dijalani? untuk apa kita bekerja? untuk apa kita berusaha? untuk apa kita berbisnis? Keyakinan yang ditanamkan akan membuahkan kesadaran tinggi untuk melakukan segala hal yang bisa membuat bisnis, pekerjaan, atau usahanya agar berhasil atau mencapai sukses.
Iman sama dengan motivasi, motivasi untuk bertindak dan berbuat. Jika seseorang beriman atau meyakini dengan sebenar-benarnya, maka segala impian dan harapan yang sudah diyakini dapat terwujud akan sekuat tenaga dikejar dan dicapai. Sehingga sudah pasti keberhasilan atau kesuksesan akan diraih, baik di dunia maupun di akhirat, bergantung dari apa yang diyakininya.
Yang kedua, untuk berhasil kita perlu hijrah. Hijrah berarti pindah, atau berubah. Ingat kisah Nabi Muhammad SAW yang tidak berhasil mengembangkan dakwah Islam di Mekkah pada awalnya, kemudian dititahkan untuk hijrah ke kota lain seperti Thaif, Habasyah, Yaman, lalu Madinah. Akhirnya beliau sukses mengembangkan Islam di Madinah. Semuanya berawal dari perintah hijrah.
Ternyata Nabi sangat manusiawi, yang tidak hanya berharap kehidupan dan langkah dakwahnya berubah berhasil cukup dengan berdoa saja, cukup sekedar yakin saja. Hijrah adalah bagian dari strategi kesuksesan. Mungkin di satu tempat kita tidak bisa berkembang, kita hanya mengalami stagnansi atau diam di tempat, gaji yang tidak naik-naik, tidak ada perkembangan karir, usaha yang selalu bangkrut atau merugi terus. Jika terjadi hal demikian, maka yang harus dilakukan ya…hijrah atau berubah atau pindah mencari cara lain. Hijrah juga berarti mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu, dari cara pandang negatif menjadi positif.
Terkadang kita sudah terlanjur terperosok pada kondisi nyaman, atau masuk ke zona nyaman (comfort zone), yaitu suatu kondisi dimana kita sama sekali sudah betah dan tidak berniat melakukan perubahan pada diri sendiri. Tidak punya harapan atau keinginan yang lebih tinggi lagi, sehingga mati berinovasi atau istilah kerennya…mati gaya. Padahal manusia sendiri adalah makhluk dinamis yang masih memungkinkan untuk berubah dan mencapai kesuksesan yang lebih besar dibanding sebelumnya. Hasrat untuk meraih kesuksesan akhirnya harus terpendam karena tidak punya hasrat untuk mencoba keluar dari zona nyaman untuk mencoba cara-cara lain yang mungkin bisa meningkatkan kemampuan diri sehingga untuk mencapai kesuksesan pun lebih mudah.
Seperti halnya Rasulullah yang mencoba cara lain agar Islam ini bukan hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara mendunia. Bukankah cara beliau ini merupakan trik jitu untuk bisa diterapkan di dalam kehidupan kita? Bahwa untuk mencapai sukses pasti ada jalanan berliku, sehingga kita perlu mencoba cara baru agar bisa melalui jalan berliku itu, baik berupa mengubah cara pandang maupun strategi perjalanan. Cara baru itulah yang disebut sebagai hijrah.
Yang ketiga, kita perlu jihad. Banyak orang yang merasa alergi dengan ungkapan jihad ini, bahkan beberapa negara yang berbasis liberalis berupaya menghapuskan kata-kata jihad dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam berbagai pelajaran sekolah, karena kata jihad dianggap memiliki konotasi yang destruktif (mereka yang trauma dengan penyerangan berbau terorisme, yang dikatakan berasal dari negara Muslim). Banyak orang yang berpikir, apakah jihad itu berarti kita perang?
Pertanyaan ini memang kerap dilontarkan oleh sejumlah orang, orang-orang yang belum memahami pengertian jihad secara harfiah atau maknawi. Pikiran mereka terlanjur terpola dengan gerakan-gerakan separatisme yang konon dikatakan jihad, yang nanti ujungnya adalah terjadinya peperangan atau adu tembak dan atau bom bunuh diri. Terlalu naif sekali paradigma ini.
Padahal jihad itu sendiri bermakna berjuang atau perjuangan, sedangkan orang yang berjuang disebut mujahid. Nah, lalu apa korelasinya dengan pembicaraan kita kali ini?
Balik lagi ke kisah perjuangan Nabi Muhammad, dulu untuk mempertahankan kejayaan Islam dari ancaman orang-orang kafir adalah dengan memerangi orang kafir. Namun tahukah Anda, apa yang dikatakan Nabi usai perang Badar (perang paling dahsyat pada zaman Nabi ketika umat Islam yang berjumlah 300 orang menang melawan kafir 1000 orang) ketika ditanya sahabat, “Inikah jihad akbar (besar)?” Nabi berkata bahwa ada jihad yang lebih besar lagi yaitu jihad melawan hawa nafsu.
Disini jihad diartikan dengan perjuangan melawan hawa nafsu. Hawa nafsu adalah sama dengan ego, ego yang biasanya selalu mencari zona nyaman untuk disinggahi dan bercokol disana. Ketika ego singgah di zona nyaman, atau hawa nafsu mulai hinggap tanpa bisa dikendalikan, saat itulah kekuatan jihad atau kekuatan untuk bangkit berjuang mulai terkikis dan akhirnya lenyap.
Jihad disini diartikan sebagai perjuangan atas tindakan atau action yang sudah dilakukan ketika kita memutuskan berhijrah. Ketika kita sudah meyakini sesuatu yang bisa membawa kita menuju sukses, kita sudah menemukan impian yang bisa memotivasi kehidupan kita, kemudian kita siap berhijrah atau berkesimpulan bahwa untuk meraih impian yang kita yakini itu hanya dengan berhijrah atau pindah dengan cara baru, maka langkah terakhir adalah action atau bertindak. Namun tindakan ini pun belum cukup, karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi, baik itu godaan dari lingkungan sekitar, keluarga, bahkan dari diri sendiri seperti munculnya rasa malas, maupun berjuta alasan yang masih dicari-cari. Untuk melakukan tindakan itu sendiri dibutuhkan kekuatan jihad atau kekuatan perjuangan. Hal ini yang perlu ditumbuhkembangkan setelah kita mengambil suatu keputusan untuk berubah menuju sukses.
Kesimpulannya, untuk meraih kesuksesan dalam hidup diperlukan keimanan atau keyakinan atas impian yang ingin kita capai dan usaha yang kita lakukan, setelah itu tentukan keputusan apakah jalan yang sedang kita lalui dapat membawa kita pada kesuksesan atau dibutuhkan perubahan (karena kalo mau sukses tetap harus berubah, berubah mindset atau cara pandang), langkah berikutnya adalah segera ambil tindakan dan perjuangkan impian hingga segala keinginannya sukses tercapai.
Nah, bagaimana dengan Anda? jika ada yang punya cara lain menuju sukses, mari berbagi disini.
Salam sukses selalu…
Tips Hadapi “Pencuri Impian”
Tips Hadapi “Pencuri Impian”
Setelah membaca kisah sebelumnya mengenai adanya para pencuri impian di sekitar kita yang sangat perlu diwaspadai, maka seyogyanya kita perlu melakukan sejumlah trik untuk menghadapinya. Ada banyak hal yang mungkin bisa dilakukan, diantaranya yang paling penting adalah Anda harus pahami dulu apa itu impian, mengapa Anda punya impian tersebut, seberapa penting impian itu bagi Anda, dan seberapa banyak harga yang akan Anda bayar dan pengorbanan yang akan Anda lakukan untuk meraih impian Anda. Apakah benar impian yang telah Anda susun itu benar-benar personal dan bermakna bagi diri Anda? Dan bagaimana sikap Anda setelah impian tersebut disusun, adakah perasaan feel good atau membawa kebahagiaan bahkan sebelum impian tersebut benar-benar terjadi? Sikap ini pun patut Anda perbaiki untuk bisa dijadikan benteng yang kokoh nanti ketika Anda bertemu dan menghadapi sejumlah tantangan yang bisa kita sebut sebagai para “Pencuri Impian“. Karena selanjutnya hanyalah beberapa hal teknis.
Beberapa hal teknis tersebut antara lain :
* Setelah impian ditetapkan, fokuslah pada impian Anda. Abaikan perkataan orang-orang yang berkata negatif tentang Anda, bahkan bisa jadi perkataan negatif itu menjadi motivasi bagi Anda. Karena apapun perkataan dan tindakan orang tentang impian Anda, mereka tidak akan berpengaruh apa-apa bahkan setelah impian Anda tercapai, artinya masa depan Anda di tangan Anda dan bukan di tangan mereka.
* Anda bisa memvisualisasikan impian Anda, baik dengan gambar, tulisan atau apapun yang mewakili impian Anda, lalu Anda yakinkan pada diri Anda bahwa Anda sedang dalam proses mencapai impian tersebut. Apapun halangan dan rintangannya, itu hanya proses, yang penting hasil akhirnya tercapai, yaitu impian Anda.
* Stop Dreaming Start Action, segera lakukan kerja atau langkah-langkah yang akan membuat Anda mencapai impian Anda. Jangan hanya merenung, menyusun impian, mereka-reka angan, lalu sesumbar pada orang-orang tentang impian Anda, tanpa Anda lakukan kerjanya. Mulailah dari sekarang dan buktikan bahwa impian Anda lebih penting dari apapun.
* Carilah komunitas positif, yaitu kumpulan orang-orang yang senantiasa berpikir positif, dan bertindak positif. Di lingkungan itu Anda bisa sharing tentang impian Anda dan mendapatkan bimbingan langkah-langkah tepat untuk meraihnya. Dapatkan motivasi dan tips jitu dari orang sukses di dalamnya, agar Anda selalu bisa memfokuskan pikiran Anda pada impian dan tujuan Anda.
* Jangan pernah menyerah. Anda harus yakin bahwa kesuksesan seseorang untuk meraih impiannya adalah sebuah kepastian. Semua orang pasti sukses. Perbedaannya hanya masalah waktu saja. Kita hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan kapan kita bisa sukses. Tapi sungguh, siapapun yang sudah merencanakan kesuksesannya, sudah pasti akan mencapainya. Yang penting jangan pernah berhenti sebelum tercapai.
* Jangan lupa pasrah dan berdoa. Karena sekali lagi, manusia hanya merencanakan sesuai akal logika dan pikirannya, yang jelas tidak akan sampai pada logika Tuhan yang Maha Menguasai Semesta Alam. Keajaiban sudah pasti akan terjadi, dan itu hanya terjadi pada manusia yang merencanakan kehidupannya dan yakin akan bimbingan-Nya.
Itu beberapa yang saya pelajari dari buku dan blognya orang-orang sukses dan motivator dunia seperti Adi W. Gunawan.
Setelah membaca kisah sebelumnya mengenai adanya para pencuri impian di sekitar kita yang sangat perlu diwaspadai, maka seyogyanya kita perlu melakukan sejumlah trik untuk menghadapinya. Ada banyak hal yang mungkin bisa dilakukan, diantaranya yang paling penting adalah Anda harus pahami dulu apa itu impian, mengapa Anda punya impian tersebut, seberapa penting impian itu bagi Anda, dan seberapa banyak harga yang akan Anda bayar dan pengorbanan yang akan Anda lakukan untuk meraih impian Anda. Apakah benar impian yang telah Anda susun itu benar-benar personal dan bermakna bagi diri Anda? Dan bagaimana sikap Anda setelah impian tersebut disusun, adakah perasaan feel good atau membawa kebahagiaan bahkan sebelum impian tersebut benar-benar terjadi? Sikap ini pun patut Anda perbaiki untuk bisa dijadikan benteng yang kokoh nanti ketika Anda bertemu dan menghadapi sejumlah tantangan yang bisa kita sebut sebagai para “Pencuri Impian“. Karena selanjutnya hanyalah beberapa hal teknis.
Beberapa hal teknis tersebut antara lain :
* Setelah impian ditetapkan, fokuslah pada impian Anda. Abaikan perkataan orang-orang yang berkata negatif tentang Anda, bahkan bisa jadi perkataan negatif itu menjadi motivasi bagi Anda. Karena apapun perkataan dan tindakan orang tentang impian Anda, mereka tidak akan berpengaruh apa-apa bahkan setelah impian Anda tercapai, artinya masa depan Anda di tangan Anda dan bukan di tangan mereka.
* Anda bisa memvisualisasikan impian Anda, baik dengan gambar, tulisan atau apapun yang mewakili impian Anda, lalu Anda yakinkan pada diri Anda bahwa Anda sedang dalam proses mencapai impian tersebut. Apapun halangan dan rintangannya, itu hanya proses, yang penting hasil akhirnya tercapai, yaitu impian Anda.
* Stop Dreaming Start Action, segera lakukan kerja atau langkah-langkah yang akan membuat Anda mencapai impian Anda. Jangan hanya merenung, menyusun impian, mereka-reka angan, lalu sesumbar pada orang-orang tentang impian Anda, tanpa Anda lakukan kerjanya. Mulailah dari sekarang dan buktikan bahwa impian Anda lebih penting dari apapun.
* Carilah komunitas positif, yaitu kumpulan orang-orang yang senantiasa berpikir positif, dan bertindak positif. Di lingkungan itu Anda bisa sharing tentang impian Anda dan mendapatkan bimbingan langkah-langkah tepat untuk meraihnya. Dapatkan motivasi dan tips jitu dari orang sukses di dalamnya, agar Anda selalu bisa memfokuskan pikiran Anda pada impian dan tujuan Anda.
* Jangan pernah menyerah. Anda harus yakin bahwa kesuksesan seseorang untuk meraih impiannya adalah sebuah kepastian. Semua orang pasti sukses. Perbedaannya hanya masalah waktu saja. Kita hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan kapan kita bisa sukses. Tapi sungguh, siapapun yang sudah merencanakan kesuksesannya, sudah pasti akan mencapainya. Yang penting jangan pernah berhenti sebelum tercapai.
* Jangan lupa pasrah dan berdoa. Karena sekali lagi, manusia hanya merencanakan sesuai akal logika dan pikirannya, yang jelas tidak akan sampai pada logika Tuhan yang Maha Menguasai Semesta Alam. Keajaiban sudah pasti akan terjadi, dan itu hanya terjadi pada manusia yang merencanakan kehidupannya dan yakin akan bimbingan-Nya.
Itu beberapa yang saya pelajari dari buku dan blognya orang-orang sukses dan motivator dunia seperti Adi W. Gunawan.
Formula Rahasia Berpikir Positif dan Tips Mengatasi Kurangnya Motivasi
Formula Rahasia Berpikir Positif
“Ubahlah cara berpikir Anda, maka Anda akan dapat mengubah kehidupan Anda”
Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul buku dan judul artikel. Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif menurut Prof Dr Roy Sembel/Sandra Sembel berikut.
Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini bukan lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?
Melihat positif
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya.
Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya. Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kami pun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil di sini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut, yakni lebih kepada kepada hal-hal positif di balik yang non positif.
Berbicara Positif
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
“Maaf Pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?â€
“Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan Bapak, pada hari Rabu atau Jumat. Bagaimana dengan Bapak? Apakah Bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jumat?â€
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena perhatian lebih fokus pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai. Hasilnya, tentunya yang kedua lebih positif. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif.
Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga mereka pun merasa nyaman berada di dekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
Mendengar Positif
Berpikir positif juga membantu kita untuk menyortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengar dengan lebih positif. Coba perhatikan komentar dua mahasiswa berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja mereka hadiri.
“Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan.â€
“Kuliah tadi mengajar saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik.â€
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apa pun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas di balik masalah tersebut.
Bertindak Positif
Tentunya, apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif. Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup serba kekurangan, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggapnya sebagai kegagalan.
Pikirannya melampaui kegagalan dan masalahnya, sehingga akhirnya ia pun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Berpikir Kreatif
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang nonpositif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang mengadang. Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akar pun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif. Ini dia formulanya :
â€Self-Talkâ€
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif. Lalu, kita putar “film kegiatan kita†di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu.
Biasa menjadi Luar Biasa
Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia. Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
Melihat ke Depan
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, ia berpikir bahwa yang di hadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisis dengan lebih menyeluruh, ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapi adalah binatang yang besar, yang ada di hadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Sering kali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat “hadiah†di balik kesulitan yang sudah menunggu kita. Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh ke depan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi kita untuk maju.
Berpikir Mungkin
Kata “mungkin†ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya.
Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan. Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir “mungkinâ€, lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.
Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini Anda ingin mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.
Selamat berpikir positif. Sukses untuk kita semua.
Tips Mengatasi Kurangnya Motivasi
Salah satu faktor yang menghalangi Anda untuk sukses adalah kurangnya motivasi. Berapa kali Anda berkata, “Saya ingin kaya”, “Saya ingin berhasil” tetapi Anda tidak membuktikan dalam tindakan Anda bahwa Anda bisa kaya dan Anda bisa berhasil.
Kurangnya motivasi berkaitan dengan tidak jelasnya cara untuk mencapai tujuan Anda. Barangkali sering terlintas di pikiran Anda untuk menjadi pengusaha sukses atau mencapai karir tertentu di kantor, tapi Anda tidak tahu caranya sehingga Anda kurang termotivasi untuk mencapai apa yang Anda inginkan.
Disini saya akan mengajak Anda untuk melihat lima hal yang ingin Anda perhatikan agar Anda tetap termotivasi untuk memperoleh apa yang menjadi mimpi Anda:
Membuat Roadmap
Roadmap adalah cara atau strategi untuk mencapai sesuatu. Buatlah roadmap begitu Anda tahu apa tujuan Anda. Apakah Anda ingin memulai bisnis baru atau sekedar menurunkan berat badan, buatlah program yang membagi tujuan Anda tersebut menjadi langkah-langkah yang lebih detil disertai berapa lama waktu yang diperlukan.
Misalnya untuk menurunkan berat badan, isilah program Anda yang meliputi makanan, olahraga, dan istirahat. Kemudian jelaskan apa yang Anda akan lakukan untuk mengatur makanan, berolahraga, dan jam istirahat. Semakin jelas semakin baik sehingga Anda tahu persis apa yang harus Anda kerjakan di waktu tertentu.
Mengambil Sikap dan Tindakan
Sekarang Anda sudah menentukan tujuan dan merencanakan langkah-langkah strategis. Itu semua akan berguna apabila Anda mengambil tindakan. Tanpa tindakan nyata tujuan dan rencana Anda hanya menjadi mimpi belaka. Tanpa ada manifestasi di tingkat praktis.
Rayakan kesuksesan Anda setiap kali Anda berhasil mengerjakan satu hal, terutama untuk kegiatan yang penting dalam pencapaian tujuan Anda. Penghargaan terhadap langkah Anda sekecil apapun akan memberikan kekuatan untuk mengambil tindakan berikutnya.
Ingatkan Diri Anda akan Keuntungan yang akan Anda Dapat
Izinkan diri Anda untuk membayangkan keuntungan yang akan Anda peroleh dari usaha yang Anda kerjakan sekarang. Bayangkan diri Anda menjadi langsing, kalau tujuan Anda untuk menurunkan berat badan. Atau bayangkan Anda berlibur ke tempat eksotik kalau karir yang Anda impikan sudah tercapai.
Motivasi akan timbul seiring dengan Anda mengingat apa saja benefit yang akan Anda raih dari kerja keras Anda selama ini.
Tetap Konsisten
Layaknya sebuah perjalanan, Anda akan menemui rintangan dan hambatan seiring Anda berjalan mencapai tujuan. Tetaplah konsisten dan yang penting tetap rileks dalam perjalanan ini. Barangkali Anda perlu merubah haluan sedikit seiring dengan informasi baru yang Anda peroleh. Tetap terbuka dan fleksibel.
Kalau Anda merasa kurang motivasi sehingga rasanya Anda tidak memperoleh kemajuan, ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Banyak orang-orang di sekitar Anda yang memiliki masalah yang sama.
Satu hal yang ingin Anda tunjukan pada mereka: Anda berbeda. Dengan tujuan dan strategi yang jelas, halangan utama justru diri Anda sendiri. Yakinkan diri Anda bahwa Anda seorang pribadi yang sukses. Bukankah senang rasanya kalau Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan ?
“Ubahlah cara berpikir Anda, maka Anda akan dapat mengubah kehidupan Anda”
Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul buku dan judul artikel. Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif menurut Prof Dr Roy Sembel/Sandra Sembel berikut.
Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini bukan lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?
Melihat positif
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya.
Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya. Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kami pun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil di sini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut, yakni lebih kepada kepada hal-hal positif di balik yang non positif.
Berbicara Positif
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
“Maaf Pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?â€
“Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan Bapak, pada hari Rabu atau Jumat. Bagaimana dengan Bapak? Apakah Bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jumat?â€
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena perhatian lebih fokus pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai. Hasilnya, tentunya yang kedua lebih positif. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif.
Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga mereka pun merasa nyaman berada di dekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
Mendengar Positif
Berpikir positif juga membantu kita untuk menyortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengar dengan lebih positif. Coba perhatikan komentar dua mahasiswa berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja mereka hadiri.
“Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan.â€
“Kuliah tadi mengajar saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik.â€
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apa pun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas di balik masalah tersebut.
Bertindak Positif
Tentunya, apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif. Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup serba kekurangan, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggapnya sebagai kegagalan.
Pikirannya melampaui kegagalan dan masalahnya, sehingga akhirnya ia pun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Berpikir Kreatif
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang nonpositif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang mengadang. Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akar pun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif. Ini dia formulanya :
â€Self-Talkâ€
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif. Lalu, kita putar “film kegiatan kita†di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu.
Biasa menjadi Luar Biasa
Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia. Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
Melihat ke Depan
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, ia berpikir bahwa yang di hadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisis dengan lebih menyeluruh, ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapi adalah binatang yang besar, yang ada di hadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Sering kali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat “hadiah†di balik kesulitan yang sudah menunggu kita. Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh ke depan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi kita untuk maju.
Berpikir Mungkin
Kata “mungkin†ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya.
Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan. Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir “mungkinâ€, lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.
Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini Anda ingin mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.
Selamat berpikir positif. Sukses untuk kita semua.
Tips Mengatasi Kurangnya Motivasi
Salah satu faktor yang menghalangi Anda untuk sukses adalah kurangnya motivasi. Berapa kali Anda berkata, “Saya ingin kaya”, “Saya ingin berhasil” tetapi Anda tidak membuktikan dalam tindakan Anda bahwa Anda bisa kaya dan Anda bisa berhasil.
Kurangnya motivasi berkaitan dengan tidak jelasnya cara untuk mencapai tujuan Anda. Barangkali sering terlintas di pikiran Anda untuk menjadi pengusaha sukses atau mencapai karir tertentu di kantor, tapi Anda tidak tahu caranya sehingga Anda kurang termotivasi untuk mencapai apa yang Anda inginkan.
Disini saya akan mengajak Anda untuk melihat lima hal yang ingin Anda perhatikan agar Anda tetap termotivasi untuk memperoleh apa yang menjadi mimpi Anda:
Membuat Roadmap
Roadmap adalah cara atau strategi untuk mencapai sesuatu. Buatlah roadmap begitu Anda tahu apa tujuan Anda. Apakah Anda ingin memulai bisnis baru atau sekedar menurunkan berat badan, buatlah program yang membagi tujuan Anda tersebut menjadi langkah-langkah yang lebih detil disertai berapa lama waktu yang diperlukan.
Misalnya untuk menurunkan berat badan, isilah program Anda yang meliputi makanan, olahraga, dan istirahat. Kemudian jelaskan apa yang Anda akan lakukan untuk mengatur makanan, berolahraga, dan jam istirahat. Semakin jelas semakin baik sehingga Anda tahu persis apa yang harus Anda kerjakan di waktu tertentu.
Mengambil Sikap dan Tindakan
Sekarang Anda sudah menentukan tujuan dan merencanakan langkah-langkah strategis. Itu semua akan berguna apabila Anda mengambil tindakan. Tanpa tindakan nyata tujuan dan rencana Anda hanya menjadi mimpi belaka. Tanpa ada manifestasi di tingkat praktis.
Rayakan kesuksesan Anda setiap kali Anda berhasil mengerjakan satu hal, terutama untuk kegiatan yang penting dalam pencapaian tujuan Anda. Penghargaan terhadap langkah Anda sekecil apapun akan memberikan kekuatan untuk mengambil tindakan berikutnya.
Ingatkan Diri Anda akan Keuntungan yang akan Anda Dapat
Izinkan diri Anda untuk membayangkan keuntungan yang akan Anda peroleh dari usaha yang Anda kerjakan sekarang. Bayangkan diri Anda menjadi langsing, kalau tujuan Anda untuk menurunkan berat badan. Atau bayangkan Anda berlibur ke tempat eksotik kalau karir yang Anda impikan sudah tercapai.
Motivasi akan timbul seiring dengan Anda mengingat apa saja benefit yang akan Anda raih dari kerja keras Anda selama ini.
Tetap Konsisten
Layaknya sebuah perjalanan, Anda akan menemui rintangan dan hambatan seiring Anda berjalan mencapai tujuan. Tetaplah konsisten dan yang penting tetap rileks dalam perjalanan ini. Barangkali Anda perlu merubah haluan sedikit seiring dengan informasi baru yang Anda peroleh. Tetap terbuka dan fleksibel.
Kalau Anda merasa kurang motivasi sehingga rasanya Anda tidak memperoleh kemajuan, ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Banyak orang-orang di sekitar Anda yang memiliki masalah yang sama.
Satu hal yang ingin Anda tunjukan pada mereka: Anda berbeda. Dengan tujuan dan strategi yang jelas, halangan utama justru diri Anda sendiri. Yakinkan diri Anda bahwa Anda seorang pribadi yang sukses. Bukankah senang rasanya kalau Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan ?
25 TIPS MERAIH HIDUP BAHAGIA
25 Tips Meraih Hidup Bahagia
Bahagiakah Anda? Jika Anda belum tahu jawabannya atau jangan-jangan Anda malah benar-benar tidak bahagia. Cobalah lakukan 25 tip mudah dan praktis berikut ini. Setelah menerapkannya, lihatlah hasilnya. Anda akan merasa sangat bahagia.
happyfacexw0 25 Tips Meraih Hidup BahagiaKalau kita bertanya pada beberapa orang tentang “Apa arti bahagia bagimu?” maka jawabannya beragam. Tetapi satu hal yang pasti sama, yaitu setiap orang ingin hidup bahagia. Meraih kebahagiaan dalam hidup pastilah menjadi impian kita. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mencapai hidup bahagia? Tidak ada resep tertentu yang paling ampuh. Banyak cara bisa dilakukan dan banyak jalan bisa ditempuh.
Saya pernah membaca ungkapan menarik, “Kebahagiaan merupakan pilihan yang membutuhkan usaha”. Ungkapan lain yang rasanya bisa saya sambungkan untuk melanjutkan dan memperdalam arti kalimat tersebut adalah “Usaha memang tidak selalu mendatangkan kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa usaha.”
Memang, kebahagiaan itu tidak akan datang dengan sendirinya jika kita tidak mengusahakannya. Dan mengapa disebut pilihan? Karena kebahagiaan datang dari dalam diri kita sendiri, sehingga kita sendirilah yang bisa memilih yaitu memilih untuk merasa bahagia atau memilih untuk merasa biasa-biasa saja, atau bahkan memilih untuk merasa tidak bahagia.
Berikit 25 tips meraih hidup bahagia yang dapat kita usahakan sendiri (tentu saja kerja sama dengan orang lain, terutama pasangan, akan membuat usaha ini terasa lebih ringan). Tip ini terinspirasi dari 5 dimensi dan 25 kompetensi Emotional Quotient yang dicetuskan Daniel Goleman: Self-awareness (mengenali diri sendiri); Kemampuan mengenali diri sendiri membuat kita lebih percaya diri karena kita mengetahui siapa kita sebenarnya.
1. Kenali emosi-emosi di dalam diri sendiri
Usahakan mengenali sebanyak mungkin jenis emosidi di dalam diri kita. Kemudian coba kenali tanda-tandanya bila kita sedang mengalaminya, misalnya emosi senang, bahagia, marah, kecewa, sedih, curiga. Semakin banyak jenis emosi kita sendiri yang kita kenali, akan semakin membantu kita mengelolanya.
2. Kenali kekuatan dan keterbatasan diri kita
Mungkin pengaruh budaya timur yang mengajarkan agar kita rendah hati, membuat kita tidak berani mengemukakan kelebihan atau kekuatan diri. Kadang malah membuat kita rendah diri, bukan lagi rendah hati. Kita hanya terfokus pada keterbatasan dan kekurangan kita, tanpa mencoba melihat kelebihan dan kekurangan diri kita. Kita enggan mengakui kekuatan-kekuatan kita sendiri, karena takut dianggap sombong. Sebenarnya, yang terpenting adalah keseimbangan dalam melihat dan menerika diri kita, bahwa selain keterbatasan pastilah kita punya kekuatan atau kelebihan.
3. Kenali hal-hal yang kita sukai dan tidak kita sukai
Hal-hal yang kita sukai dapat membantu untuk mengembangkan minat kita, sedangkan yang tidak kita sukai dapat membantu kita menghindari ketidaknyamanan yang mungkin timbul yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbahagiaan.
4. Kembangkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri
Dengan memiliki kemampuan kita, kita bisa mengembangkan sikap menghargai diri sendiri, yang juga sangat penting untuk mencapai hidup bahagia.
5. Latihlah dan pertajam intuisi
Intuisi atau suara hati dapat menjadi alat bantu kita bila kita berada dalam situasi tidak menentu, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat. Dengan pengenalan diri yang baik, maka intuisi dapat berkembang baik pula.
Self-management (kemampuan mengelola keadaan dalam diri serta mengolah sumber daya sendiri). Setelah mengenal siapa diri kita, kita perlu mempersenjatai diri dengan manajemen diri yang baik.
6. Kelola emosi
Hal lain yang mempermudah kita meraih hidup bahagia adalah kemampuan mengelola emosi di dalam diri kita, termasuk emosi negatif dan dorongan negatif. Marah, misalnya, termasuk salah satu emosi yang kita miliki, yang sampai batas tertentu adalah positif. Tetapi bila dilepaskan di sembarang tempat dan waktu, tentu akan berakibat negatif buat diri kita. Di sinilah pentingnya kemampuan mengelola emosi.
7. Jaga norma-norma kejujuran dan integritas
Kita akan bahagia bila bisa jujur pada diri sendiri dan orang lain. Dengan mampu tampil apa adanya, akan lebih mudah bagi kita untuk merasa bahagia, karena kita tidak harus berpura-pura di hadapan orang lain.
8. Bertanggung jawab atas kinerja pribadi
Sikap sebagai pribadi yang bertanggungjawab akan menjadikan kita sosok yang dapat diandalkan, yang membuat orang lain memberikan respek atau penghargaan. Hal ini tentu membanggakan dan membahagiakan.
9. Bersikaplah luwes terhadap perubahan
Kalau kita sudah mengenali diri sendiri dan mampu mengelolanya, tentunya sikap luwes akan terpancar dari dalam diri kita. Keluwesan beradaptasi terhadap segala perubahan akan membawa kita kepada pergaulan yang menyenangkan, sehingga kita bisa diterima di banyak kalangan dalam masyarakat.
10. Bersikaplah terbuka
Terhadap ide-ide serta informasi baru. Dengan bersikap terbuka, kita dapat senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Kondisi ini jelas akan membuat kita merasa bahagia berada di tengah orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman.
Motivation (dorongan dari dalam diri pribadi). Bermanfaat untuk memandu kita mencapai sasaran atau tujuan.
11. Hidupkan dorongan untuk menjadi lebih baik
Dorongan untuk senantiasa menjadi lebih baik daripada sebelumnya akan dapat menjadikan kita terus bergerak dan berkarya. Dengan demikian, hidup kita akan lebih berwarna, tidak monoton dan membosankan.
12. Tumbuhkan dorongan
Untuk menyesuaikan diri dengan orang lainatau kelompok. Dorongan ini akan membantu kita menghadapi orang lain atau kelompok dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Di sini diperlukan kemampuan khusus yaitu bagaimana kita bisa mengelola diri untuk bisa menyesuaikan diri dengan keinginan tanpa kehilangan jati diri.
13. Ingatlah, kesempatan tidak datang dua kali
Dengan memiliki dorongan dalam diri kita, kita senantias mempunyai kesiapan untuk memanfaatkan setiap kesempatan. Hal ini berguna untuk melatih kepekaan terhadap datangnya setiap kesempatan yang tidak akan berulang. Sehingga tidak akan timbul kekecewaan yang dapat menghambat tercapainya hidup bahagia.
14. Miliki kegigihan dalam mengalahkan hambatan
Dengan memiliki kegigihan hambatan tidak akan dipandang hanya sebagai hambatan. Namun kita melihatnya sebagai tantangan, sehingga akan kita perjuangkan seoptimal mungkin dengan perasaan sukacita.
15. Pupuklah kemampuan untuk bangkit
Tidak semua usaha mendatangkan kebahagiaan. Namun bila dorongan di dalam diri berkembang optimal, maka kita akan mampu senantiasa bangkit dari kegagalan, mampu melihat hambatan sebagai tantangan dan harus terus berjuang dalam usaha meraih kebahagiaan.
Empathy (kesadaran akan perasaan, kepentingan dan keprihatinan orang lain). Setelah kita mengenali diri kita. untuk mencapai kebahagiaan kemampuan mengenali orang lain.
16. Berjuanglah memahami orang lain
Untuk mencapai kebahagiaan kita perlu mengembangkan sikap toleransi. Salah satunya adalah memehami orang lain. Jangan kita memaksa orang lain memahami diri kita, sedangkan kita enggan memahami orang lain.
17. Ikutlah berperan serta membangun orang lain.
Hal ini meliputi memberi nasihat, bantuan, bimbingan, dan pelatihan yang diperlukan orang lain. Dengan membangun orang-orang yang berhasildan berprestasi dalam hidupnya dan ini tentu menimbulkan rasa bahagia.
18. Terbuka untuk melayani orang lain
Melayani berarti memiliki kasih dan perhatian terhadap orang-orang yang kita layani. Kasih itu terwujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian, dan harapan orang lain. Dengan melayani, kita merasa bahagia, karena munculnya kesadaran akan rahmat Tuhan di dalam hidup kita.
19. Asahlah empati
Kita dapat melakukannya antara lain dengan cara menciptakan kesempatan-kesempatan melalui pergaulan dengan berbagai macam orang. Dengan tidak membatasi diri dalam bergaul, maka kemampuan berempati akan semakin cepat berkembang, dan ini akan mendatangkan kebahagiaan karena keberhasilan di dalam pergaulan.
20. Berusaha memahami keterikatan emosional dalam suatu kelompok.
Dengan memahami hal ini, kita lebih bisa menempatkan diri dalam suatu kelompok, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. bahkan mungkin kita bisa bertindak sebagai penengah di antara dua pihal yang sedang berselisih paham. Tentulah pengalaman menghadirkan kedamaian ini akan mendamaikan hati kita dan membawa kebahagiaan.
Social skills (keterampilan bersosialisasi). Ketrampilan sosial ini mencakup pula kemahiran menggugah tanggapan yang dikehendaki dari orang lain. Keterampilan ini melibatkan orang lain. Jadi, selain ketarampilan mengelola hal-hal yang berorientasi pada diri sendiri, untuk dapat meraih kebahagiaan kita juga memerlukan kerja sama dengan orang lain.
21. Latihlah kemampuan persuasi
Kemampuan persuasi merupakan kemampuan untuk memengaruhi orang lain, yang sangat diperlukan dalam sosialisasi. Dengan demikian, bukan hanya diri kita terus yang harus menyesuaikan diri dengan orang lain, tetapi kita juga dapat membuat orang lain agar menyesuaikan diri dengan kita. Sikap ini akan membuat suasana nyaman dan perasaan bahagia.
22. Usahakan mendengar dengan terbuka.
Menempatkan diri sebagai pendengar yang netral akan memberikan perasaan bahagia, karena kita merasa sebagai pihak yang dibutuhkan dan dipercaya.
23. Memiliki kemampuan menyelesaikan pendapat.
Kemampuan ini diperlukan dalam kehidupan kita dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaan. Memiliki kemampuan memecahkan permasalahan akan mempermudah kita menghadapi segala situasi.
24. Galilah semangat kepemimpinan
Selain lebih mudah memimpin diri sendiri, memiliki semangat kepemimpinan juga mempermudah kita memimpin teman atau kelompok. Peranan ini pastilah melahirkan rasa percaya diri, kebanggaan, dan kebahagiaan.
25. Harus bisa bekerja sama
Ini adalah pesan kunci agar kita dapat hidup bahagia. Kita selayaknya selalu berusaha untuk bisa bekerja sama dengan orang lain, setidaknya dengan orang terdekat kita, yakni pasangan. Dengan bekerja sama, kita dapat mencapai sebuah tujuan, dan prestasi ini akan menghasilkan kebahagiaan.
Diambil dari lnicommunity [dot] net dan Total Wellness
Sudahkah Anda merasa bahagia? Jika belum, cobalah 25 tips di atas. Jika ada yang ingin menambahkan tips lainnya, silahkan tambahkan di kolom komentar ya.
Bahagiakah Anda? Jika Anda belum tahu jawabannya atau jangan-jangan Anda malah benar-benar tidak bahagia. Cobalah lakukan 25 tip mudah dan praktis berikut ini. Setelah menerapkannya, lihatlah hasilnya. Anda akan merasa sangat bahagia.
happyfacexw0 25 Tips Meraih Hidup BahagiaKalau kita bertanya pada beberapa orang tentang “Apa arti bahagia bagimu?” maka jawabannya beragam. Tetapi satu hal yang pasti sama, yaitu setiap orang ingin hidup bahagia. Meraih kebahagiaan dalam hidup pastilah menjadi impian kita. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mencapai hidup bahagia? Tidak ada resep tertentu yang paling ampuh. Banyak cara bisa dilakukan dan banyak jalan bisa ditempuh.
Saya pernah membaca ungkapan menarik, “Kebahagiaan merupakan pilihan yang membutuhkan usaha”. Ungkapan lain yang rasanya bisa saya sambungkan untuk melanjutkan dan memperdalam arti kalimat tersebut adalah “Usaha memang tidak selalu mendatangkan kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa usaha.”
Memang, kebahagiaan itu tidak akan datang dengan sendirinya jika kita tidak mengusahakannya. Dan mengapa disebut pilihan? Karena kebahagiaan datang dari dalam diri kita sendiri, sehingga kita sendirilah yang bisa memilih yaitu memilih untuk merasa bahagia atau memilih untuk merasa biasa-biasa saja, atau bahkan memilih untuk merasa tidak bahagia.
Berikit 25 tips meraih hidup bahagia yang dapat kita usahakan sendiri (tentu saja kerja sama dengan orang lain, terutama pasangan, akan membuat usaha ini terasa lebih ringan). Tip ini terinspirasi dari 5 dimensi dan 25 kompetensi Emotional Quotient yang dicetuskan Daniel Goleman: Self-awareness (mengenali diri sendiri); Kemampuan mengenali diri sendiri membuat kita lebih percaya diri karena kita mengetahui siapa kita sebenarnya.
1. Kenali emosi-emosi di dalam diri sendiri
Usahakan mengenali sebanyak mungkin jenis emosidi di dalam diri kita. Kemudian coba kenali tanda-tandanya bila kita sedang mengalaminya, misalnya emosi senang, bahagia, marah, kecewa, sedih, curiga. Semakin banyak jenis emosi kita sendiri yang kita kenali, akan semakin membantu kita mengelolanya.
2. Kenali kekuatan dan keterbatasan diri kita
Mungkin pengaruh budaya timur yang mengajarkan agar kita rendah hati, membuat kita tidak berani mengemukakan kelebihan atau kekuatan diri. Kadang malah membuat kita rendah diri, bukan lagi rendah hati. Kita hanya terfokus pada keterbatasan dan kekurangan kita, tanpa mencoba melihat kelebihan dan kekurangan diri kita. Kita enggan mengakui kekuatan-kekuatan kita sendiri, karena takut dianggap sombong. Sebenarnya, yang terpenting adalah keseimbangan dalam melihat dan menerika diri kita, bahwa selain keterbatasan pastilah kita punya kekuatan atau kelebihan.
3. Kenali hal-hal yang kita sukai dan tidak kita sukai
Hal-hal yang kita sukai dapat membantu untuk mengembangkan minat kita, sedangkan yang tidak kita sukai dapat membantu kita menghindari ketidaknyamanan yang mungkin timbul yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbahagiaan.
4. Kembangkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri
Dengan memiliki kemampuan kita, kita bisa mengembangkan sikap menghargai diri sendiri, yang juga sangat penting untuk mencapai hidup bahagia.
5. Latihlah dan pertajam intuisi
Intuisi atau suara hati dapat menjadi alat bantu kita bila kita berada dalam situasi tidak menentu, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat. Dengan pengenalan diri yang baik, maka intuisi dapat berkembang baik pula.
Self-management (kemampuan mengelola keadaan dalam diri serta mengolah sumber daya sendiri). Setelah mengenal siapa diri kita, kita perlu mempersenjatai diri dengan manajemen diri yang baik.
6. Kelola emosi
Hal lain yang mempermudah kita meraih hidup bahagia adalah kemampuan mengelola emosi di dalam diri kita, termasuk emosi negatif dan dorongan negatif. Marah, misalnya, termasuk salah satu emosi yang kita miliki, yang sampai batas tertentu adalah positif. Tetapi bila dilepaskan di sembarang tempat dan waktu, tentu akan berakibat negatif buat diri kita. Di sinilah pentingnya kemampuan mengelola emosi.
7. Jaga norma-norma kejujuran dan integritas
Kita akan bahagia bila bisa jujur pada diri sendiri dan orang lain. Dengan mampu tampil apa adanya, akan lebih mudah bagi kita untuk merasa bahagia, karena kita tidak harus berpura-pura di hadapan orang lain.
8. Bertanggung jawab atas kinerja pribadi
Sikap sebagai pribadi yang bertanggungjawab akan menjadikan kita sosok yang dapat diandalkan, yang membuat orang lain memberikan respek atau penghargaan. Hal ini tentu membanggakan dan membahagiakan.
9. Bersikaplah luwes terhadap perubahan
Kalau kita sudah mengenali diri sendiri dan mampu mengelolanya, tentunya sikap luwes akan terpancar dari dalam diri kita. Keluwesan beradaptasi terhadap segala perubahan akan membawa kita kepada pergaulan yang menyenangkan, sehingga kita bisa diterima di banyak kalangan dalam masyarakat.
10. Bersikaplah terbuka
Terhadap ide-ide serta informasi baru. Dengan bersikap terbuka, kita dapat senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Kondisi ini jelas akan membuat kita merasa bahagia berada di tengah orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman.
Motivation (dorongan dari dalam diri pribadi). Bermanfaat untuk memandu kita mencapai sasaran atau tujuan.
11. Hidupkan dorongan untuk menjadi lebih baik
Dorongan untuk senantiasa menjadi lebih baik daripada sebelumnya akan dapat menjadikan kita terus bergerak dan berkarya. Dengan demikian, hidup kita akan lebih berwarna, tidak monoton dan membosankan.
12. Tumbuhkan dorongan
Untuk menyesuaikan diri dengan orang lainatau kelompok. Dorongan ini akan membantu kita menghadapi orang lain atau kelompok dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Di sini diperlukan kemampuan khusus yaitu bagaimana kita bisa mengelola diri untuk bisa menyesuaikan diri dengan keinginan tanpa kehilangan jati diri.
13. Ingatlah, kesempatan tidak datang dua kali
Dengan memiliki dorongan dalam diri kita, kita senantias mempunyai kesiapan untuk memanfaatkan setiap kesempatan. Hal ini berguna untuk melatih kepekaan terhadap datangnya setiap kesempatan yang tidak akan berulang. Sehingga tidak akan timbul kekecewaan yang dapat menghambat tercapainya hidup bahagia.
14. Miliki kegigihan dalam mengalahkan hambatan
Dengan memiliki kegigihan hambatan tidak akan dipandang hanya sebagai hambatan. Namun kita melihatnya sebagai tantangan, sehingga akan kita perjuangkan seoptimal mungkin dengan perasaan sukacita.
15. Pupuklah kemampuan untuk bangkit
Tidak semua usaha mendatangkan kebahagiaan. Namun bila dorongan di dalam diri berkembang optimal, maka kita akan mampu senantiasa bangkit dari kegagalan, mampu melihat hambatan sebagai tantangan dan harus terus berjuang dalam usaha meraih kebahagiaan.
Empathy (kesadaran akan perasaan, kepentingan dan keprihatinan orang lain). Setelah kita mengenali diri kita. untuk mencapai kebahagiaan kemampuan mengenali orang lain.
16. Berjuanglah memahami orang lain
Untuk mencapai kebahagiaan kita perlu mengembangkan sikap toleransi. Salah satunya adalah memehami orang lain. Jangan kita memaksa orang lain memahami diri kita, sedangkan kita enggan memahami orang lain.
17. Ikutlah berperan serta membangun orang lain.
Hal ini meliputi memberi nasihat, bantuan, bimbingan, dan pelatihan yang diperlukan orang lain. Dengan membangun orang-orang yang berhasildan berprestasi dalam hidupnya dan ini tentu menimbulkan rasa bahagia.
18. Terbuka untuk melayani orang lain
Melayani berarti memiliki kasih dan perhatian terhadap orang-orang yang kita layani. Kasih itu terwujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian, dan harapan orang lain. Dengan melayani, kita merasa bahagia, karena munculnya kesadaran akan rahmat Tuhan di dalam hidup kita.
19. Asahlah empati
Kita dapat melakukannya antara lain dengan cara menciptakan kesempatan-kesempatan melalui pergaulan dengan berbagai macam orang. Dengan tidak membatasi diri dalam bergaul, maka kemampuan berempati akan semakin cepat berkembang, dan ini akan mendatangkan kebahagiaan karena keberhasilan di dalam pergaulan.
20. Berusaha memahami keterikatan emosional dalam suatu kelompok.
Dengan memahami hal ini, kita lebih bisa menempatkan diri dalam suatu kelompok, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. bahkan mungkin kita bisa bertindak sebagai penengah di antara dua pihal yang sedang berselisih paham. Tentulah pengalaman menghadirkan kedamaian ini akan mendamaikan hati kita dan membawa kebahagiaan.
Social skills (keterampilan bersosialisasi). Ketrampilan sosial ini mencakup pula kemahiran menggugah tanggapan yang dikehendaki dari orang lain. Keterampilan ini melibatkan orang lain. Jadi, selain ketarampilan mengelola hal-hal yang berorientasi pada diri sendiri, untuk dapat meraih kebahagiaan kita juga memerlukan kerja sama dengan orang lain.
21. Latihlah kemampuan persuasi
Kemampuan persuasi merupakan kemampuan untuk memengaruhi orang lain, yang sangat diperlukan dalam sosialisasi. Dengan demikian, bukan hanya diri kita terus yang harus menyesuaikan diri dengan orang lain, tetapi kita juga dapat membuat orang lain agar menyesuaikan diri dengan kita. Sikap ini akan membuat suasana nyaman dan perasaan bahagia.
22. Usahakan mendengar dengan terbuka.
Menempatkan diri sebagai pendengar yang netral akan memberikan perasaan bahagia, karena kita merasa sebagai pihak yang dibutuhkan dan dipercaya.
23. Memiliki kemampuan menyelesaikan pendapat.
Kemampuan ini diperlukan dalam kehidupan kita dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaan. Memiliki kemampuan memecahkan permasalahan akan mempermudah kita menghadapi segala situasi.
24. Galilah semangat kepemimpinan
Selain lebih mudah memimpin diri sendiri, memiliki semangat kepemimpinan juga mempermudah kita memimpin teman atau kelompok. Peranan ini pastilah melahirkan rasa percaya diri, kebanggaan, dan kebahagiaan.
25. Harus bisa bekerja sama
Ini adalah pesan kunci agar kita dapat hidup bahagia. Kita selayaknya selalu berusaha untuk bisa bekerja sama dengan orang lain, setidaknya dengan orang terdekat kita, yakni pasangan. Dengan bekerja sama, kita dapat mencapai sebuah tujuan, dan prestasi ini akan menghasilkan kebahagiaan.
Diambil dari lnicommunity [dot] net dan Total Wellness
Sudahkah Anda merasa bahagia? Jika belum, cobalah 25 tips di atas. Jika ada yang ingin menambahkan tips lainnya, silahkan tambahkan di kolom komentar ya.
5 KEBOHONGAN TERBESAR TENTANG SUKSES
Lima kebohongan Terbesar tentang Sukses
Banyak orang yang punya pandangan berbeda tentang arti sebuah kesuksesan. Tidak semuanya salah namun tidak juga semuanya benar (bingung kan?). Sukses lebih bisa diartikan sebagai visi atau cara pandang atau paradigma seseorang dalam hidup ini. Namun di pihak lain masih saja ada yang mengeluarkan statement atau anggapan yang keliru tentang kesuksesan, yang jika diulas dan dipahami secara mendalam, sebenarnya hanyalah kepicikan atau kedangkalan pemikirannya semata dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Jika orang tersebut mau membuka mata hatinya dan menggunakan alam pikiran bawah sadarnya secara maksimal, maka kesuksesan itu sebenarnya merupakan proses yang bisa dicapai oleh siapapun tanpa batasan ruang dan waktu.
Berikut ini beberapa mitos atau kebohongan terbesar yang sering dikatakan banyak orang tentang arti sukses, semoga kita terhindar dari pemikiran semacam ini.
1. Sukses bisa di tarik kedalam hidup anda hanya dengan fokus dan berpikir positif
Sukses merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan berhubungan erat dengan tindakan. Apabila anda penggemar buku dan film “The Secret” yang banyak menjelaskan tentang fokus hingga menjadi kenyataan maka anda harus berpikir dua kali. Buku dan film the secret diilhami dari buku kuno yang berjudul “The Science of Getting Rich” dan di dalam buku tersebut banyak di jelaskan tentang fokus dan berpikir positif tetapi ada satu rahasia kecil tetapi berefek besar yang ditutupi dari anda dalam penerjemahannya kedalam film The Secret.
The Science of Getting Rich menjelaskan bahwa harus ada suatu tindakan yang berkesinambungan dan selaras dengan pikiran anda dan tindakan tersebut harus bisa membawa anda lebih dekat kepada fokus dan goal anda. Jadi tidak ada apa pun juga yang bisa berhasil tanpa suatu tindakan nyata.
Sebesar apa pun fokus dan pikiran positif anda tetapi tanpa dibarengi dengan action maka tidak akan pernah mencapai hasil yang anda inginkan.
2. Sukses Hanya bisa di dapat oleh orang-orang tertentu saja
Sukses tidak pernah membedakan warna kulit, keturunan, tinggi badan, agama, kepercayaan, jenis kelamin dan lain sebagainya. Sukses bisa dicapai dan digapai oleh setiap orang yang sudah siap dan memiliki suatu tekad, fokus, rencana yang matang dan realisasi dalam tindakan yang akan menarik sukses kedalam hidup mereka masing-masing. Satu hal penting tentang sukses adalah tidak peduli apa yang telah anda lakukan di masa lalu tetapi yang terpenting adalah kemana anda akan menuju di masa depan.
Sukses senantiasa menanti dan mengulurkan tangannya kepada siapa pun yang sudah siap. Jadi yang terpenting adalah melakukan persiapan seperti belajar, baik melalui mentor maupun buku-buku dan guru-guru sukses lainnnya sehingga pada saat sukses menghampiri anda maka anda sudah siap.
3. Anda baru bisa merasa bahagia apabila sudah mencapai sukses
Mana yang terlebih dahulu, ayam atau telur? Tidak ada yang tahu, jadi mengapa harus mengharapkan kesuksesan baru bisa merasa bahagia. Bahagia merupakan suatu perasaan yang bisa dikembangkan dan dipengaruhi oleh pikiran. Anda bisa merasa bahagia kapan pun anda inginkan. Dengan mengembangkan perasaan bahagia maka pikiran anda akan menjadi jernih dan anda bisa lebih fokus. Dengan lebih fokus maka anda akan lebih mudah menyelesaikan tugas dan kegiatan anda dengan lebih baik. Bukankah itu juga merupakan suatu kesuksesan?
4. Sukses membutuhkan pengorbanan yang sangat besar
Sukses tidak membutuhkan pengorbanan seperti yang anda bayangkan. memang dibutuhkan pengorbanan tetapi pengorbanan yang lain dan tidak seperti yang anda bayangkan. Hal-hal yang perlu dikorbankan untuk mencapai kesuksesan adalah kemalasan, kelambanan, keegoan dan ketidak tahuan. Itulah sebagian besar yang harus anda korbankan.
Butuh waktu untuk sukses itu sudah jelas, namun tidak sebesar dan seberat yang Anda pikirkan.
5. Anda bisa dikatakan sukses apabila telah memiliki lebih banyak materi daripada tetangga sebelah.
Sukses tidak bisa diukur antara satu orang dengan orang lainnya. Masing-masing mempunyai tolok ukur kesuksesan yang berbeda-beda. Sukses yang baik diukur dengan perbandingan pencapaian diri anda sendiri. Anda harus bisa mencapai lebih banyak dan lebih baik dibandingkan tahun-tahun lalu. Dan Anda juga menargetkan tahun depan agar bisa lebih baik dari tahun ini. Itulah perbandingan terbaik yang bisa anda lakukan dalam mengukur kesuksesan.
Demikian lima hal tentang kesuksesan yang sering dipikirkan oleh banyak orang yang kesemuanya keliru, hanya karena salah menempatkan mindset atau pola pikir mengenai sukses itu sendiri. Oleh karena itu bukalah mata hati Anda agar mampu mengejar dan mendapatkan target kesuksesan dalam kehidupan Anda. Satu hal yang patut diingat adalah bahwa semua orang berhak untuk sukses, jadi semua orang pasti akan sukses, tinggal apakah dia menginginkan kesuksesan itu hanya sekedar ingin, semua kesuksesan menjadi pilihan Anda.
Siapkah Anda menerima kesuksesan Anda ?
Banyak orang yang punya pandangan berbeda tentang arti sebuah kesuksesan. Tidak semuanya salah namun tidak juga semuanya benar (bingung kan?). Sukses lebih bisa diartikan sebagai visi atau cara pandang atau paradigma seseorang dalam hidup ini. Namun di pihak lain masih saja ada yang mengeluarkan statement atau anggapan yang keliru tentang kesuksesan, yang jika diulas dan dipahami secara mendalam, sebenarnya hanyalah kepicikan atau kedangkalan pemikirannya semata dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Jika orang tersebut mau membuka mata hatinya dan menggunakan alam pikiran bawah sadarnya secara maksimal, maka kesuksesan itu sebenarnya merupakan proses yang bisa dicapai oleh siapapun tanpa batasan ruang dan waktu.
Berikut ini beberapa mitos atau kebohongan terbesar yang sering dikatakan banyak orang tentang arti sukses, semoga kita terhindar dari pemikiran semacam ini.
1. Sukses bisa di tarik kedalam hidup anda hanya dengan fokus dan berpikir positif
Sukses merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan berhubungan erat dengan tindakan. Apabila anda penggemar buku dan film “The Secret” yang banyak menjelaskan tentang fokus hingga menjadi kenyataan maka anda harus berpikir dua kali. Buku dan film the secret diilhami dari buku kuno yang berjudul “The Science of Getting Rich” dan di dalam buku tersebut banyak di jelaskan tentang fokus dan berpikir positif tetapi ada satu rahasia kecil tetapi berefek besar yang ditutupi dari anda dalam penerjemahannya kedalam film The Secret.
The Science of Getting Rich menjelaskan bahwa harus ada suatu tindakan yang berkesinambungan dan selaras dengan pikiran anda dan tindakan tersebut harus bisa membawa anda lebih dekat kepada fokus dan goal anda. Jadi tidak ada apa pun juga yang bisa berhasil tanpa suatu tindakan nyata.
Sebesar apa pun fokus dan pikiran positif anda tetapi tanpa dibarengi dengan action maka tidak akan pernah mencapai hasil yang anda inginkan.
2. Sukses Hanya bisa di dapat oleh orang-orang tertentu saja
Sukses tidak pernah membedakan warna kulit, keturunan, tinggi badan, agama, kepercayaan, jenis kelamin dan lain sebagainya. Sukses bisa dicapai dan digapai oleh setiap orang yang sudah siap dan memiliki suatu tekad, fokus, rencana yang matang dan realisasi dalam tindakan yang akan menarik sukses kedalam hidup mereka masing-masing. Satu hal penting tentang sukses adalah tidak peduli apa yang telah anda lakukan di masa lalu tetapi yang terpenting adalah kemana anda akan menuju di masa depan.
Sukses senantiasa menanti dan mengulurkan tangannya kepada siapa pun yang sudah siap. Jadi yang terpenting adalah melakukan persiapan seperti belajar, baik melalui mentor maupun buku-buku dan guru-guru sukses lainnnya sehingga pada saat sukses menghampiri anda maka anda sudah siap.
3. Anda baru bisa merasa bahagia apabila sudah mencapai sukses
Mana yang terlebih dahulu, ayam atau telur? Tidak ada yang tahu, jadi mengapa harus mengharapkan kesuksesan baru bisa merasa bahagia. Bahagia merupakan suatu perasaan yang bisa dikembangkan dan dipengaruhi oleh pikiran. Anda bisa merasa bahagia kapan pun anda inginkan. Dengan mengembangkan perasaan bahagia maka pikiran anda akan menjadi jernih dan anda bisa lebih fokus. Dengan lebih fokus maka anda akan lebih mudah menyelesaikan tugas dan kegiatan anda dengan lebih baik. Bukankah itu juga merupakan suatu kesuksesan?
4. Sukses membutuhkan pengorbanan yang sangat besar
Sukses tidak membutuhkan pengorbanan seperti yang anda bayangkan. memang dibutuhkan pengorbanan tetapi pengorbanan yang lain dan tidak seperti yang anda bayangkan. Hal-hal yang perlu dikorbankan untuk mencapai kesuksesan adalah kemalasan, kelambanan, keegoan dan ketidak tahuan. Itulah sebagian besar yang harus anda korbankan.
Butuh waktu untuk sukses itu sudah jelas, namun tidak sebesar dan seberat yang Anda pikirkan.
5. Anda bisa dikatakan sukses apabila telah memiliki lebih banyak materi daripada tetangga sebelah.
Sukses tidak bisa diukur antara satu orang dengan orang lainnya. Masing-masing mempunyai tolok ukur kesuksesan yang berbeda-beda. Sukses yang baik diukur dengan perbandingan pencapaian diri anda sendiri. Anda harus bisa mencapai lebih banyak dan lebih baik dibandingkan tahun-tahun lalu. Dan Anda juga menargetkan tahun depan agar bisa lebih baik dari tahun ini. Itulah perbandingan terbaik yang bisa anda lakukan dalam mengukur kesuksesan.
Demikian lima hal tentang kesuksesan yang sering dipikirkan oleh banyak orang yang kesemuanya keliru, hanya karena salah menempatkan mindset atau pola pikir mengenai sukses itu sendiri. Oleh karena itu bukalah mata hati Anda agar mampu mengejar dan mendapatkan target kesuksesan dalam kehidupan Anda. Satu hal yang patut diingat adalah bahwa semua orang berhak untuk sukses, jadi semua orang pasti akan sukses, tinggal apakah dia menginginkan kesuksesan itu hanya sekedar ingin, semua kesuksesan menjadi pilihan Anda.
Siapkah Anda menerima kesuksesan Anda ?
Langganan:
Postingan (Atom)